Targetkan 190 Sekolah di 2026, Duet Rum-Lahmudin Siapkan Boalemo Jadi Pilot Project Smart Classroom
Menuju "Silicon Valley" Pendidikan: Ambisi Besar Boalemo Mengguncang Nasional melalui Smart Classroom
Humas DIKBUD - Kabupaten Boalemo kini tengah berada di ambang revolusi besar. Di bawah nakhoda duet kepemimpinan Rum Pagau dan Lahmudin Hambali, kabupaten ini tidak lagi hanya ingin sekadar mengikuti arus perkembangan zaman, melainkan bertekad menjadi penentu arah bagi masa depan pendidikan di Indonesia. Sebuah gebrakan ambisius pun dicanangkan: transformasi pendidikan berbasis Smart Classroom, sebuah konsep kelas digital masa depan yang terinspirasi dari kemajuan teknologi di Tiongkok.
Langkah ini bukanlah sekadar wacana di atas kertas. Keseriusan Pemkab Boalemo dibuktikan melalui pertemuan strategis antara Bupati Rum Pagau dengan tokoh nasional sekaligus Anggota DPD-RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad. Dalam pertemuan tersebut, sebuah fakta membanggakan terungkap. Ternyata, inisiatif Smart School yang diluncurkan Boalemo pada Juni lalu telah menjadi buah bibir di tingkat pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI memberikan apresiasi khusus, mencatat bahwa untuk pertama kalinya di Indonesia, peluncuran Smart School justru bermula dari kabupaten di Gorontalo ini, bukan dari kota-kota besar di Jawa.
Fadel Muhammad menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh duet Rum-Lahmudin sejalan dengan visi digitalisasi yang diusung Presiden Prabowo. Sebagai bentuk dukungan nyata, Fadel dijadwalkan bertemu khusus dengan Menteri Pendidikan pekan depan untuk membahas integrasi internet sekolah dan implementasi Smart Classroom secara nasional. Boalemo pun telah dipatok untuk menjadi pilot project utama di Indonesia.
Keseimbangan antara Teknologi dan Nurani
Meski mengusung teknologi tinggi, Rum Pagau menunjukkan kematangannya sebagai pemimpin dengan tetap mengedepankan sisi humanis. Ia memiliki formula khusus dalam mengimplementasikan transformasi ini. Baginya, teknologi adalah alat, namun karakter adalah pondasi.
Dalam strateginya, Rum menetapkan bahwa bagi siswa kelas 1 hingga 3 SD, fokus utama tetap pada pembentukan karakter dan kemampuan menulis indah. Ia ingin anak-anak Boalemo memiliki etika yang kokoh dan kepekaan rasa sebelum bersentuhan sepenuhnya dengan dunia digital. Baru setelah memasuki kelas 4 SD hingga jenjang SMP, program Smart School diimplementasikan secara penuh. Di sini, siswa akan belajar dengan perangkat digital canggih, mengakses informasi global, dan terbiasa dengan ekosistem pembelajaran modern.
Target Besar 2026
Visi ini didukung oleh rencana kerja yang sangat terukur. Melalui surat resmi kepada Dirjen PAUDDASMEN, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mengajukan tiga usulan krusial demi menyongsong transformasi total pada tahun 2026. Pertama, implementasi massal di 190 sekolah SD dan SMP di seluruh penjuru Boalemo. Kedua, penerapan kurikulum berjenjang yang memadukan digitalisasi dengan penguatan karakter. Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan guru secara intensif dan berkelanjutan, minimal setiap tiga bulan sekali.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Boalemo, Ahman Sarman, yang turut mengawal pertemuan tersebut, menaruh harapan besar agar uji coba Smart Classroom ini segera terealisasi. Dukungan jaringan luas dari Fadel Muhammad, termasuk kedekatannya dengan tokoh-tokoh kunci nasional, menjadi angin segar bagi publik Boalemo.
Kini, impian untuk menjadikan Boalemo sebagai “Silicon Valley” pendidikan di Indonesia terasa kian nyata. Jika proyek ini berhasil, Boalemo tidak hanya akan mencetak generasi yang mahir teknologi, tetapi juga menetapkan standar baru bagi kualitas pendidikan yang bisa ditiru oleh sekolah-sekolah di seluruh tanah air. Boalemo telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menjadi pionir kemajuan.
Berita Terkait
27 April 2026
Menembus Keterbatasan: Manifesto Baru Pe...
19 Maret 2026
Fajar Kemenangan di Bumi Boalemo: Harmon...
04 Februari 2026
Dikbud Boalemo dan PT. Telkomsel, Teken...
30 Januari 2026
David : “ Berpikir Kerja dan Bekerja Ber...
28 Januari 2026